Kota Florence di Italia berencana memperluas Airbnb curbs hingga ke wilayah di luar pusat kota bersejarah UNESCO. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap sektor perumahan akibat pertumbuhan sewa wisata jangka pendek yang terus meningkat.
Sebelumnya, pembatasan hanya berlaku di kawasan pusat kota bersejarah Florence. Namun kini, pemerintah kota ingin memperluas aturan tersebut ke area seluas sekitar 16 kilometer persegi. Jika disetujui, kebijakan baru akan mencakup lebih dari 103.000 rumah.
Wali Kota Florence Sara Funaro menyebut kebijakan ini sebagai langkah pertama di Italia dalam skala sebesar itu. Selain itu, pemerintah kota menilai Airbnb curbs diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan warga lokal dan pertumbuhan industri pariwisata.
Airbnb Curbs Ditujukan untuk Atasi Krisis Hunian
Airbnb curbs menjadi bagian dari upaya Florence mengatasi kenaikan harga sewa dan berkurangnya hunian bagi warga lokal. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak apartemen diubah menjadi penginapan wisata karena dinilai lebih menguntungkan dibanding kontrak jangka panjang.
Akibatnya, warga lokal dan mahasiswa semakin sulit mendapatkan tempat tinggal dengan harga terjangkau. Karena itu, pemerintah kota ingin menghentikan pembukaan sewa wisata baru selama dua tahun ke depan.
Meski demikian, aturan baru tidak akan langsung memengaruhi properti yang sudah terdaftar sebagai sewa wisata. Pemerintah Florence masih memberikan masa transisi hingga 2028 sebelum kemungkinan pembatasan tambahan diberlakukan.
Pelaku Bisnis Pariwisata Kritik Kebijakan Baru
Di sisi lain, Airbnb curbs mendapat kritik dari sebagian pelaku usaha pariwisata dan pemilik properti. Mereka menilai pembatasan tersebut dapat merugikan ekonomi lokal yang selama ini bergantung pada wisatawan.
Selain itu, beberapa pihak berpendapat kebijakan sebelumnya belum terbukti mampu menurunkan harga sewa atau mengembalikan jumlah penduduk di pusat kota. Mereka juga khawatir pembatasan baru akan memengaruhi pekerjaan di sektor hospitality dan layanan wisata.
Namun demikian, pemerintah Florence tetap bersikeras bahwa langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas hidup warga dan mencegah overtourism semakin meluas di kota tersebut.