Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik di minggu ketiga Juli 2025. Pertamina dan operator SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo telah mengumumkan penyesuaian harga untuk produk-produk BBM non-subsidi, sementara harga BBM subsidi masih ditahan agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Kebijakan penyesuaian ini mengikuti Keputusan Menteri ESDM terbaru yang memperbolehkan perusahaan menyesuaikan harga berdasarkan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Berikut ini adalah rincian harga terbaru bahan bakar minyak di Indonesia per 20 Juli 2025.
Harga BBM Pertamina Terbaru
Produk Pertamina menunjukkan kenaikan harga yang cukup merata pada varian non-subsidi. Sementara itu, dua produk subsidi — Pertalite dan Solar — tetap dipatok pada harga yang sama.
| Jenis BBM | Harga Terbaru (Rp/liter) | Harga Sebelumnya | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Pertalite (subsidi) | 10.000 | 10.000 | Tetap |
| Solar (subsidi) | 6.800 | 6.800 | Tetap |
| Pertamax (RON 92) | 12.500 | 12.100 | +Rp 400 |
| Pertamax Green (RON 95) | 13.250 | 12.800 | +Rp 450 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 13.500 | 13.050 | +Rp 450 |
| Dexlite (CN 51) | 13.320 | 12.740 | +Rp 580 |
| Pertamina Dex (CN 53) | 13.650 | 13.200 | +Rp 450 |
Data ini berlaku secara nasional dan bisa sedikit berbeda tergantung provinsi karena faktor distribusi dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
Harga BBM Shell, BP, dan Vivo
Selain Pertamina, perusahaan swasta juga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Harga dari Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy mengikuti tren naik secara nasional.
Shell Indonesia
- Shell Super (RON 92): Rp 12.810
- V-Power (RON 95): Rp 13.300
- V-Power Diesel: Rp 13.830
- Nitro+: Rp 13.540
BP-AKR
- BP 92: Rp 12.600
- BP Ultimate: Rp 13.300
- BP Ultimate Diesel: Rp 13.800
Vivo Energy
- Revvo 90: Rp 12.730
- Revvo 92: Rp 12.810
- Revvo 95: Rp 13.300
- Diesel Primus Plus: Rp 13.800
Perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan harga yang kompetitif, dan terkadang menawarkan promo atau cashback melalui aplikasi digital untuk mendorong loyalitas pelanggan.
Penyebab Kenaikan Harga BBM
Beberapa faktor utama memengaruhi perubahan harga minggu ini:
1. Kenaikan Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah jenis Brent dan WTI menunjukkan tren naik sejak akhir Juni 2025 karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan peningkatan permintaan global pasca musim panas.
2. Kurs Rupiah Terhadap Dolar
Melemahnya rupiah terhadap dolar AS turut menambah beban impor BBM yang dibeli dalam mata uang asing.
3. Penyesuaian Pajak Daerah dan Biaya Logistik
Tarif PBBKB yang berbeda antarprovinsi serta biaya logistik turut menentukan harga akhir di SPBU.
4. Kebijakan Pemerintah
Kementerian ESDM memberikan ruang kepada perusahaan migas untuk menyesuaikan harga BBM non-subsidi sesuai harga pasar global dan variabel domestik lainnya, melalui Kepmen ESDM No. 245/K/MG.01/MEM.M/2022.
Tips Hemat BBM untuk Konsumen
Agar lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan oleh pengguna kendaraan:
- Isi BBM di pagi hari untuk menghindari penguapan berlebih akibat suhu tinggi.
- Gunakan aplikasi MyPertamina atau SPBU swasta untuk mengecek harga dan lokasi SPBU termurah di sekitar.
- Manfaatkan promo dan diskon dari operator seperti Shell Go+, BP Points, atau Vivo App.
- Gunakan kendaraan hemat BBM seperti hybrid atau motor dengan efisiensi tinggi.
- Kurangi akselerasi mendadak dan jaga tekanan ban tetap optimal agar konsumsi BBM tidak boros.
Jadwal Rilis dan Pantauan Harga
Harga dari Pertamina dan operator swasta umumnya diperbarui setiap awal bulan, tetapi bisa juga menyesuaikan lebih cepat tergantung dinamika pasar energi global. Update mingguan seperti ini penting sebagai referensi bagi pengguna kendaraan pribadi, ojek online, dan pelaku usaha logistik.
Jika Anda menggunakan kendaraan secara rutin, memantau harga BBM secara berkala akan sangat membantu dalam perencanaan anggaran harian.
Kesimpulan
Harga BBM minggu ini menunjukkan tren kenaikan pada semua varian non-subsidi baik dari Pertamina maupun swasta. Sementara itu, harga subsidi seperti Pertalite dan Solar masih ditahan agar tetap terjangkau. Konsumen disarankan untuk memilih varian BBM yang sesuai kebutuhan mesin dan tetap bijak dalam penggunaannya.