Israel Berencana Ambil

Israel Berencana Ambil Alih Kota Gaza

Domestik

Pada 8 Agustus 2025, kabinet keamanan Israel Berencana Ambil Alih Kota Gaza. Wilayah urban utama di Jalur Gaza—tempat sebelum perang ditinggali sekitar 650,000 jiwa. Berbeda dengan pendahuluan penuh atas seluruh Gaza. Keputusan ini mencerminkan langkah terukur menuju “security control” alias kendali keamanan atas kota tersebut The Washington PostCadena SER.

Operasi ini datang setelah hampir 22 bulan konflik intens, termasuk ofensif besar di kawasan Shuja’iyya sejak April 2025 Wikipedia+1, dan pembentukan koridor keamanan seperti “Morag Corridor” sebagai bagian dari strategi pemecahan wilayah Gaza Wikipedia.

H2: Tujuan Strategis Israel

Rencana ini dirancang untuk:

  • Melucuti senjata Hamas
  • Mendemiliterisasi Jalur Gaza
  • Mengembalikan sandera Israel (sekitar 50 yang masih ditahan)
  • Membentuk pemerintahan sipil alternatif, bukan di bawah Hamas atau Otoritas Palestina
  • Menetapkan kendali keamanan sementara sebelum diserahkan kepada entitas Arab

Benar bahwa Netanyahu menyatakan Israel tidak ingin secara permanen mengatur Gaza, melainkan hanya membangun perimeter keamanan.

H2: Kritik & Reaksi Global

Rencana ini mendapat kecaman luas:

  • PBB (Sekjen Guterres) menyebutnya “eskalasi berbahaya” yang bisa memperdalam krisis kemanusiaan The GuardianAl Jazeera.
  • UN Rights Chief Volker Türk menyerukan penghentian segera karena bertentangan dengan hukum internasional dan putusan ICJ Al Jazeera+1.
  • Negara-negara seperti Turki, China, Jerman, Australia, dan Finslandia mengecam keputusan tersebut dan menyuarakan risiko pengusiran paksa, pelanggaran hukum internasional, dan kompetensi kemanusiaan yang memburuk DW.comAl Jazeera+1TIMEReuters.
  • Australia, melalui Menlu Penny Wong, memperingatkan bahwa pergerakan ini akan memperparah krisis dan melanggar hukum internasional Reuters.
  • Jerman menghentikan ekspor senjata ke Israel sebagai bentuk protes TIMEThe Guardian.

Di dalam Israel, kritik juga datang dari:

  • Kepala Staf Militer Eyal Zamir, yang memperingatkan bahwa operasi ini bisa membahayakan sandera dan memperpanjang konflik.
  • Pemimpin oposisi Yair Lapid, menyebut keputusan ini sebagai “bencana bagi generasi berikutnya” DCI PLOAl Jazeera.

Media internasional dan analis menilai keputusan ini dipicu tekanan politik domestik dari sayap kanan dan dapat memperparah penderitaan warga sipil Cadena SERThe AustralianNew York PostThe Wall Street Journal.

H2: Potensi Dampak Kemanusiaan

Abrasi terhadap Kota Gaza diprediksi memicu:

H2: Pertimbangan Militer & Politis

  • Operasi ini merupakan eskalasi dalam strategi militer yang sudah lelah akibat dua tahun perang. IDF menghadapi keterbatasan personel dan logistik The Wall Street JournalWikipedia+1.
  • Rencana ini memiliki simbolisme politik: penekanan pada tanggal 7 Oktober sebagai batas waktu simbolis untuk sandera, sejalan dengan peringatan serangan Hamas 2023 New York Post.
  • Netanyahu menghadapi tekanan domestik dari politisi sayap kanan, sementara upaya diplomatik oleh Mesir dan Qatar untuk negosiasi gencatan senjata terus berlangsung The GuardianThe Washington PostCadena SER.

(H2)

Rencana Israel Berencana Ambil Alih Kota Gaza disetujui oleh Kabinet Keamanan pada 8–9 Agustus 2025—menandai eskalasi besar dalam perang melawan Hamas. Meski bertujuan strategis seperti mengakhiri konflik dan membebaskan sandera, langkah ini memicu kritik global, tantangan militer, dan kekhawatiran mendalam terhadap krisis kemanusiaan.